Saturday, December 3, 2016

Saudaraku Mujahid Aksi Damai 212

Saudaraku Mujahid Aksi Damai 212
Hilmy Prilliadi

Saudara-saudaraku peserta aksi 212, ingatkah kalian 20 Ramadhan ketika Hijriyah berumur sewindu? Bertepatan 11 Januari 630. Saat itu, hari saat Makkah yang dijaga bala tentara Quraisy bersenjata lengkap luluh runduk kepada gelombang para peziarah yang datang dengan berjalan kaki, kuda, dan unta, Dengan iman dan taqwa. Hari itu tak terlepas satu nyawa pun, tak sepercik pun darah tumpah, dahan tak patah setangkai pun.
Rasulullah Muhammad SAW memandu di hari yang sangat heroik itu, para peziarah lantas membersihkan Baitullah yang dibangun penghulu agama samawi, Ibrahim AS. Baitullah dibersihkan dari berhala yang ternyata tak bisa berbuat apapun ketika digusur keluar.
Saudara-saudara mujahid peserta aksi 212, kenangan heroik itu seakan terwujud kembali. Ketika Jakarta dijaga ketat aparat keamanan bersenjata lengkap kalian datangi secara bergelombang dengan damai. Sangat damai. Kalian adalah peziarah itu. Kalian gelar sajadah dan bersujud di sana. Bahkan ketika hujan mengguyur, kalian tetap khusyu bersimpuh kepada Allah SWT, dan Jakarta luluh terunduk dalam dzikir dan takbir kalian berpadu dengan guyuran hujan.
Meski orang-orang munafik tidak menyukainya! Meski orang-orang munafik menolaknya! Sungguh, aku terharu hanya ketika menyaksikan kalian. Aku terharu ketika aku masih saja sibuk oleh urusan kampus.
Rasulullah SAW pun memandu kalian. Kali ini tidak di garda depan barisan, tapi di ruang qalbi kalian masing-masing, membersihkan berhala-berhala, tuhan-tuhan palsu berupa kekuasaan tanpa moral, kekayaan tanpa martabat, dan gaya hidup yang dibangun dengan kepasuan. Sungguh, aku merasa tergugah saat Ar Roya, panji Rasulullah terkibar di atas barisan kalian.
Kalian akan kembali ke tempat masing-masing, meninggalkan Jakarta yang bersih dari tuhan-tuhan palsu. Tentu, seperti peziarah Makkah yang kembali dengan damai ke tempat masing-masing 14 abad yang lalu. Usaha kalian, saudaraku, telah menunjukkan bahwa sesembahan mereka itu, kekuasaan, pangkat, uang, adalah tuhan-tuhan palsu yang tak pantas mereka bela dengan segala cara.

Wednesday, October 26, 2016

SUMPAH PEMUDA; Sumpah yang terabaikan?

Pertama :
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Sejarah perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia memang diwarnai oleh sekian banyak momentum yang hebat. Indonesia pada masa penjajahan yang digambarkan oleh tinta sejarah memang sangat menyedihkan. Ketakutan, kecemasan, ketertindasan dan tekanan terhadap mentalitas rakyat Indonesia oleh kolonialisme menjadikan mereka kehilangan semangat. Pasrah mungkin hanya satu satunya jalan mereka menjalani masa kehidupan yang gelap tanpa arah. Begitu lumpuhnya Indonesia waktu itu, hingga tertidur cukup lama dalam naungan system kolonialisme.

88 tahun silam ada salah satu peristiwa penting dalam sejarah kebangkitan bangsa Indonesia. Peristiwa itu mungkin salah satu momentum dimana api-api kecil yang muncul mempelopori  rasa dan semangat persatuan dan kesatuan, serta nasionalisme dan kesadaran untuk mendirikan Indonesia yang satu. Rasa yang mulai timbul di hati setiap masyarakat Indonesia ini diperkirakan muncul karena berbagai faktor, seperti misalnya urbanisasi, komunisme, Islam, edukasi, entertainment seperti film, teater, dan musik kroncong, hingga perlakuan rasis dari orang orang Belanda.

Sebenarnya pada masa penjajahan dulu sudah banyak upaya rakyat Indonesia menyuarakan aspirasi mereka terhadap sikap kolonialisme penjajah. Organisasi yang berdiri pada saat itu mungkin salah satu alat mereka dalam menjebatani aspirasi mereka terhadap para penjajah. Berdirinyanya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sebagai organisasi pemuda didirikan oleh Dr. Soetomo dan menjadi gerakan pertama yang membuka jalan menuju peringatan sumpah pemuda. Pemimpin utama dari organisasi ini adalah Wahidin Soedirohoesodo yang pada akhirnya mundur karena berdasarkan pertemuan pertama Boedi Oetomo di Yogyakarta pada Oktober 1908, pemudalah yang harus turun tangan. Pada tahun 1912, Indische Partij didirikan oleh Douwes Dekker dan kawan-kawan. Indische Partij merupakan organisasi politik pertama yang memperkenalkan konsep nasionalisme Indonesia, dan nantinya mengilhami organisasi lain seperti Nationaal Indische Partij dan Indo Europeesch Verbond pada 1919. Pada tahun yang sama dengan Indische Partij, Sarekat Islam didirikan oleh Haji Samanhudi di Surakarta. Sarekat Islam lebih condong ke arah Islam dan kejawen sehingga elemen pemersatu mereka hanyalah embel-embel Islam. Sayangnya, daripada anti-Belanda, Sarekat Islam dinilai lebih anti-Tiongkok. Pada 18 November di tahun yang sama, Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta.

Baru pada tanggal 1920 kata “Indonesia” digunakan sebagai kata yang melambangkan persatuan rakyat. Kata tersebut dibentuk oleh seorang naturalis Inggris demi melakukan klasifikasi etnis dan area geografis. Katanya lagi, sebelumnya Youth Alliances pernah berbicara tentang negara Bali, negara Jawa, negara Sumatra, dan lain-lain, tapi sekarang mereka menyebutnya Indonesia. Pada tahun 1927, Soekarno membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bandung, dan merupakan partai pertama dengan seluruh anggotanya orang Indonesia yang fokus membahas tentang pembebasan dari pemerintahan Belanda dan mencapai kemerdekaan. Pada tanggal 28 Oktober, akhirnya terciptalah Sumpah Pemuda dimana All Indonesian Youth Congress memutuskan satu tujuan nasional.

Perkumpulan pertama kongres Pemuda Indonesia diadakan di Batavia, ibukota Dutch East Indies pada tahun 1926, yang sayangnya tidak menelurkan keputusan apapun tapi mencetuskan ide tentang Indonesia yang bersatu. Baru pada Oktober 1928, pertemuan kedua digelar di tiga tempat yang berbeda. Sesi pertama berharap bahwa kongres pemuda akan menginspirasi rasa persatuan, sementara sesi kedua membahas tentang isu-isu pendidikan yang ada. Sesi ketiga dan sesi terakhir diadakan di Jalan Kramat Raya nomor 126, dimana para partisipan untuk pertama kalinya mendengar lagu nasional Indonesia Raya yang diciptakan oleh Rudolf Supratman dan ditutup dengan pembacaan sumpah pemuda. Kejadian inilah yang kemudian menjadi sejarah hari sumpah pemuda 28 Oktober 1928.
struktur panitia soempah pemoeda http://sumpahpemuda.org/

Begitulah sejarah mencatat semangat para pemuda jaman dahulu yang selalu menggebu gebu melawan penjajahan dan ketidakadilan pada saat itu. Waktu terus berlalu hingga melewati dimensi waktu yang berbeda, dari keadaan yang dahulu terjajah menjadi merdeka, ada suatu masa orde lama hingga orde baru dan sampai pada saat ini yaitu masa reformasi. Sekarang ini hanya tinggal sejarah yang dapat diingat dan dipelajari betapa perjuangan pemuda masa silam itu pantas untuk dijadikan sebagai contoh dalam melawan ketidakadilan.

Zaman memang sudah berubah, jika dahulu para pemuda semangatnya menggelora melawan penjajahan maka pemuda saat ini berbeda lagi perjuangannya. Bung karno pernah berkata bahwa “perjuangan ku lebih mudah karena melawan penjajah tetapi perjuangan mu akan lebih sulit karena melawan bangsa mu sendiri”, kutipan pidato bung karno tersebut memang benar dirasakan, pemuda saat ini harus bisa mempertahan apa itu rasa bertanah air, rasa persatuan dan kesatuan. Indonesia yang kaya akan budaya, suku, bangsa dan bahkan agama memang sulit bagaimana caranya melebur menjadi satu kesatuan yang kuat, namun jika pemuda saat ini bisa mempertahankan apa yang telah diwariskan oleh pemuda masa  lampau maka itu sebuah prestasi dan keistimewaan tersendiri. Mungkin hanya perlu dipersenjatai dengan ilmu keagamaan, ilmu pengetahun, rasa solidaritas terhadap sesama maka sumpah pemuda itu benar-benar sumpah yang terwariskan tidak terabaikan, bahkan dasar Negara kita yaitu pancasila dan semboyan kita bhineka tunggal ika dapat dirasakan bersama.

Sekarang hanya tinggal sejarah yang terlukiskan, yang bisa kita lakukan hanya mengingat, mempelajari dan menghayati betapa susahnya membentuk bangsa yang besar ini. Jasmerah kalau kata bung karno, “jangan sekali kali melupakan sejarah”, mungkin dengan adanya hari peringatan sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober dapat mengingatkan pada pemuda terhadap jeri payah para pejuang saat itu dalam melawan penjajahan. Harapan kita bersama pemuda bukan hanya mengingat namun juga dapat melaksanakan apa yang telah diwariskan oleh para pejuang kita dahulu, jadi sumpah pemuda bukan sumpah yang terabaikan.

Sunday, October 2, 2016

Golongan yg bebas dari pertanyaan malaikat di kubur

Ini Golongan yang Terbebas dari Pertanyaan Malaikat di Kubur

SETIAP dari kita pasti merasakan kematian. Setelah kematian itulah kita akan memasuki babak baru dalam kehidupan kita, yakni alam kubur. Pertanyaan kubur atau fitnah kubur ini digambarkan begitu menyeramkan dengan siksaan yang begitu menyakitkan. Namun ternyata, ada golongan manusia yang bisa terbebas dari pertanyaan kubur ini. Siapa saja mereka?

1. Golongan Manusia yang Mati Syahid

“Wahai Rasulullah SAW, mengapa orang-orang beriman akan diuji dalam kubur, kecuali para syuhada?” Beliau menjawab, “Kilatan pedang yang berkelabat di atas kepala mereka sudah cukup menjadi ujian bagi mereka,” (Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Shahîhul Jâmi’ 4/164).

2. Golongan yang berjaga di tapal batas wilayah muslim untuk mencegah serangan musuh karena Allah

Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Rasulullah bersabda “Ribath sehari semalam lebih baik dari puasa dan shalat malam sebualan. Kalau seseorang mati dalam kondisi seperti ini, amalnya akan mengalir dan dicurahkan rizki atasnya serta dijamin bebas dari ujian (kubur),” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).

3. Orang yang Meninggal Karena Sakit Perut

Abu Daud mengeluarkan Hadis secara Marfuu’ : “Siapa mati karena penyakit dalam perutnya tidaklah dia disiksa dalam kuburnya ” – Juga Riwayat Ibu Maajah Al Baihaqi dan At – Turmudzi dimana dia menganggap itu Hasan .

Selain itu, Abu Ishaq As-Syu’aiby berkata, Sulaiman bin Shord berkata kepada Khalid bin Urfathah atau sebaliknya, Khalid berkata kepada Sulaiman,

“Apakah kamu mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa meninggal karena sakit perut, tidak akan diazab dalam kuburnya’.” Salah seorang dari mereka menjawab, ‘Ya’.”

4. Orang yang sering membaca surat Al-Mulk

Ternyata membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh akan membuat orang terhindar dari siksa kubur. Hal ini biasanya dilakukan Rasulullah setidaknya malam Jumat. Rasullulah saw menyebutkan Surah ini dengan” Al-Maani’ah ” (Pencegah , penahan dari siksaan). Beliau bersabda yang artinya: “Dialah surah Pencegah yang mencegah pembacanya dari siksa Kubur,” (Riwayat An – Nasaa’i . Hadis Riwayat At – Turmudzi meneruskan Ibnu ‘ Abbaas (Hasan)).

“Barang Siapa yang pada setiap malam membaca Tabaarak, maka dia akan dicegahkan oleh Allah ‘ Azza Wa Jalla dari siksa Kubur,” (HR. An – Nasaa’i melalui Ibnu Mas’uud).

5. Meninggal pada hari Jum’at

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang Muslim yang meninggal pada hari Jum’at atau malam jumat kecuali Allah pasti akan menjaganya dari fitnah kubur.”

Dalam hadits Abdullah ibn Amru, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jum’at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi; Dinyatakan kuat oleh syaikh al-Albâni rahimahullah dalam Ahkâmul Janâiz, hlm. 35).

Misteri Kematian

MISTERI KEMATIAN

🔹عند موتك لا تقلق ؟😢؟

Janganlah cemas ketika anda hendak wafat.

🔹عند وقوف قلبك لا تقلق ؟😢؟

Janganlah terlalu cemas juga ketika jantungmu berhenti.

🔹عند سكرت موتك لا تقلق ؟😢؟

Janganlah juga panik saat engkau merasakan  sekarat

🔹ولا تهتم بجسدك😢البالي

Jangan perdulikan jasad anda yg akan hancur

👥 سيكون المسلمون .....

Karena kaum muslimin ada saja yang...

👈 سيقومون باللازم

Akan melaksanakan kewajiban mereka

1- يجردونك من ملابسك

1. Menanggalkan pakaianmu

2- يغسلونك

2. Memandikanmu

3- يكفنونك

3. Mengkafanimu

4. يحفرون ثقوب لهدك

4. Menggalikan lobang lahatmu

5- يخرجونك من بيتك

5. Mengeluarkanmu dari rumahmu

6- يحملونك عاى اكتافهم

6. Menggotongmu di atas pundak² mereka

7- ويذهبون بك لمسكنك الجديد
( القبر )

7. Mengantarkanmu ke tempat tinggal barumu (kuburan)

8- وسيأتي الكثيرون لتشييع جنازتك بل سيلغي الكثير منهم أعماله لأجل دفنك ،
وقد يكون الكثير منهم لم يفكر في نصيحتك يوما

8. Banyak orang yg akan berdatangan untuk mengangkat jenazahmu, bahkan banyak pula yg meninggalkan pekerjaannya demi untuk menguburmu, bisa jadi banyak dari mereka yg melupakan nasehat yg pernah Engkau sampaikan pada suatu hari yg telah berlalu.
ً
9- أغراضك سيتم التخلص منها، ينقل الى أ ي الأيد

9. Peralatanmu akan segera diselesaikan, berpindah tangan

🔹مفاتيح مركبك وبينك
- kunci-kunci kendaraan dan rumahmu
🔹حقيبتك
- tasmu
🔹كتبك
- buku
🔹حقيبتك
- tas
🔹جوالك
- handphone mu
🔹أحذيتك
- sepatu
🔹ملابسك
- pakaian

👈 وإن كان أهلك موفقين
فسوف يتصدقون بها لتنفعك

- apabila keluargamu baik, maka mereka akan menyedekahkannya agar ia bermanfaat untukmu

☝وتأكد بأن ؛

Pastikanlah bahwa:

👈الدنيا لن تحزن عليك

Bumi tidak akan sedih atasmu

👈 ولا العالم

Tidak pula alam semesta

👈 والضروب تسير كالعادة ولا تغير بفراقك

Keadaan juga akan berjalan seperri biasa, tidak terpengaruh dan tidak berubah dengan perpisahanmu

👈واﻻقتصاد سيستمر

Perekonomian akan terus berlanjut

👈ووظيفتك سيأتي غيرك ليقوم بها

Pekerjaan anda, akan datang orang lain untuk menggantikannya

👈وأموالك ستذهب حلالاً للورثة

Hartamu akan dibagikan secara halal kepada ahli waris

☝بينما أنت الذي ستحاسب عن
📛النقير والقطمير📛

Sementara anda akan dihisab atas segala sesuatu hingga perkara yg hina dan kecil

..♪
أول ما يسقط منك عند موتك هو اسمك ..
Yang pertama akan runtuh darimu ketika wafat adalah namamu..

لذلك عندما تموت يقولون عنك أين الجثة ..؟

Oleh karena itu, setelah meninggal orang akan berkata tentangmu: dimana mayatnya ?

ولا ينادونك بإسمك ..!

Mereka tidak memanggil lagi dengan menyebutkan namamu !

ولا يبقى من اسمك إلا ذاكرة ..!

Namamu tinggalah kenangan belaka.

وعندما يريدون الصلاة عليك يقولون *احضروا الجنازة* ..؟

Ketika akan menshalati, mereka berkata: *hadirkan jenazah*..

ولا ينادونك باسمك ..!

Mereka tidak memanggil dengan menyebutkan namamu

ما اسرع...اختفى اسمك

Betapa cepat namamu hilang berlalu....

وعندما يشرعون بدفنك يقولون *قربوا الميت* ولا ينادونك باسمك ..!

Ketika akan menguburkan, mereka berkata: *dekat kan mayitnya,* tanpa menyebutkan namamu..

فلا تغرك قبيلتك ولا يغرك منصبك ولا نسبك ..

Tidak akan ada yg membela, baik suku, kedudukan ataupun keturunanmu

فما أتفه هذه الدنيا وما أعظم ما نحن مقبلون عليه ..

Betapa rendahnya dunia ini dan betapa besarnya apa yang akan kita hadapi setelahnya

سطور من ذهب ..💐💐

Catatan dengan tinta emas

👈 الحزن عليك سيكون ثلاثة أنواع؟؟

Kesedihan atasmu akan terbagi menjadi tiga:

1- الناس الذين يعرفونك سطحياً سيقولون *مسكين‼*

1. Orang yg mengenalmu sepintas akan mengatakan: *kasihan dia !!*

2- أصدقاؤك سيحزنون ساعات أو أياماً ثم يعودون إلى سوالفهم وضحكهم‼

2. Teman-teman mu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka akan kembali kepada canda dan tawanya..

3- الحزن العميق في البيت‼أهلك أسبوع أسبوعين شهر شهرين أو حتى سنة📆؟؟

3. Kesedihan mendalam di rumah ! Keluargamu akan bersedih sepekan, satu-dua bulan atau hingga satu tahun

☝ومن ثم سيضعونك في أرشيف الذكريات‼

Kemudian mereka akan meletakkannya dalam arsip ingatan

⭕وهكذا⭕

Demikianlah

👈انتهت قصتك بين الناس

Kisahmu telah terakhir pada kalangan manusia

مايبقى منك إلا *ألبوم الذاكرة*

Engkau tinggal hanya *ALBUM KENANGAN*

☝👈 وبدأت قصتك مع الحقيقيه؟؟؟؟؟

Kisahmu akan dimulai bersama suatu yg nyata

😢وهي الآخرة😢

Dialah alam akherat

👈 لقد زال عنك؟؟؟

Telah sirna darimu

1- الجمال

1. Keindahan

2- والمال

2. Harta

3- والصحة

3. Kesehatan

4- والولد

4. Anak

5- لقد فارقت الدور والقصور

5. Anda telah berpisah dari rumah dan istana

6- والزوجة ؟؟؟

6. Istri

👈 وبدأت الحياة الحقيقية👉

Dimulai lah kehidupan Yang sesungguhnya

❓والسؤال هنا :

Pertanyaan sekarang:

❓ماذا أعددت لقبرك وآخرتك ؟؟؟؟؟؟

Apa yang telah Engkau siapkan untuk kubur dan akheratmu?????

❓هذه حقيقة تحتاج الى تأمل

Ini adalah hakekat Yang perlu untuk direnungkan

☝احرص على :

Jagalah selalu atas :

1- الفرائض

1. Ibadah yg wajib

2- النوافل

2. Ibadah yg sunnah

3- صدقة السر

3. Sedekah tersembunyi

4- عمل صالح

4. Amal sholeh

5- صلاة الليل

5. Shalat malam

✅لعلك تنجو✅

Dengan harapan anda menjadi selamat

⭕لو ساعدت على تذكير الناس بهذه المقالة إن شاء الله

Jika anda bantu orang lain dengan menyebar peringatan ini

⭕ستجد أثر تذكيرك في ميزانك يوم القيامة

Akan anda dapati hasil dari kebaikannya dalam timbanganmu pada hari kiamat

👈 (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين) 👉

"Berilah peringatan karena peringatan akan bermanfaat bagi orang beriman"

☝لماذا يختار الميت

Kenapa mayit memilih

⭕“الصدقة”
"Sedekah"

لو رجع للدنيا
Jika kembali ke dunia

⛅كما قال تعالى⛅
Sebagaimana firman Allah

👈 رب لولا أخرتني إلى أجل قريب
‼فأصدق‼
"Ya Allah, jika Engkau akhir kan ajalku sedikit saja, niscaya aku akan bersedekah"

ولم يقل :

Orang tsb tidak mengatakan:

👈 لاعتمر
Niscaya aku akan umroh

👈 او لأصلي
Atau akan shalat

👈 أو لأصوم
Atau akan puasa

☝ قال العلماء :

Para ulama menjelaskan:

ما ذكر الميت الصدقة إلا لعظيم ما رأى من اثرها بعد موت‼

Seorang mayit tidak mengatakan kecuali sedekah, tidak lain kecuali dikarenakan dia telah melihat betapa besarnya dampak yang dihasilkan dari sedekah bagi mereka yang telah wafat

👈 فأكثروا من الصدقة

Maka dari itu, perbanyaklah sedekah

👈 فإن المؤمن يوم القيامة في ظل صدقته

Karena nanti pada hari kiamat, seorang mukmin akan berada di bawah naungan sedekahnya

👈 وأفضل صدقة تفعلها الآن هي :

Sedekah terbaik yang bisa anda lakukan sekarang ini adalah:

⭕ نشر هذا الكلام بنية الصدقة

Menyebarkan makalah ini dengan niat sedekah

👈لأن كل من سيطبق هذا الكلام ويعلمه للأجيال القادمة فأجره

Karena setiap orang yang mengamalkan nasehat ini dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya, maka ganjarannya

👈ي  صلك بإذن الله👉

Akan sampai kepadamu insya Allah

منقول : مجموعة واتشاب معهد  رياض الصالحين

Thursday, January 29, 2015

Pemuda Dalam Tantangan GLOBAL




Tak bisa kita pungkiri bahwa keberadaan pemuda sangat strategis dalam keberlangsungan kehidupan bangsa indonesia. Sejarah mencatat pemuda memiliki peran andil yang besar dalam perjalanan bangsa ini sejak masa pra kemerdekaan,kemerdekaan,orde lama,orde baru dan orde reformasi saat ini. Maka tak salah pemuda disematkan dalam retorika merupakan generasi harapan bangsa,generasi penerus harapan bangsa dan generasi pewaris bangsa.
Peranan sentral pemuda tidak hanya sebatas sebagai harapan bangsa yang diharapkan mampu meneruskan tampuk kepemimpinan untuk membawa bangsa ini ke arah lebih baik. Namun pemuda juga ditasbihkan menjadi agent of control terhadap segala bentuk kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Pemuda harus bisa memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam mengawasi dan mengontrol terhadap segala kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang tentunya demi kemaslahatan bersama. Bilamana pemerintah mengambil kebijakan kurang sesuai dengan realita masyarakat, maka pemuda dituntut sebagai kelompok yang paling kritis dalam menilai kebijakan sehingga perevisian kebijakan pun bisa diwujudkan
Tetapi,seiring dengan pesatnya kemajuan zaman yang mengubah semua tatanan kehidupan telah menguburkan peran sentral pemuda sebagai agent of change,pewaris kursi tahta kepemimpinan dan sebagai tulang punggung bangsa. Indonesia sebagai negara berkembang tentunya terus berbenah diri dalam proses pembangunan,modernisasi,industrialisasi dan kontak-kontak budaya global akibat terperangkapnya dalam era globalisasi. Masyarakat Indonesia pada umumnya dan pemuda pada khususnya tak pelak menghadapi persoalan krusial era globalisasi. Terdapat banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua yang secara imperatively functional harus diatasi oleh masyarakat Indonesia yang berkaitan dengan generasi muda termasuk kelompok pemudanya.
Dari Aspek Ekonomi
Tingginya angka pengangguran di Indonesia akibat dari minimnya penyerapan tenaga kerja dan sekaligus diperparah dengan rusaknya sistem perekonomian bangsa.  Sebagai imbasnya kondisi kemiskinan terus menghantui nasib generasi yang akan datang. Kondisi ini merupakan dampak secara langsung maupun tidak langsung dari pertumbuhan demografik yang sangat pesat yang tidak diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan penyediaan lapangan kerja yang memadai seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam konteks ini, pemuda menjadi korban dari pengangguran karena sekita 80% daripada penganggur muda merupakan pencari kerja pertama kali. Disamping itu juga faktor internal juga ikut mempengaruhi dalam meningkatnya pengangguran seperti suburnya praktik-praktik deviatif seperti korupsi dan sebangsanya disamping “work-skills” tenaga kerja yang kurang kompetitif.
Sosial Budaya
Penggunaaan narkoba yang semakin mengkhawatirkan dikalangan generasi muda Indonesia sebagai potret hitam pesatnya pertumbuhan dan perkembangan era globalisasi yang sulit terelakkan dan tak ada sekat untuk membatasi era global tersebut. Penyebaran dan peredaran narkoba saat ini bukan lagi berbicara dalam ruang lingkup wilayah Indonesia saja. Tetapi sudah melewati lintas negara dari belahan dunia manapun. Kondisi era global yang acap kali disebut sebagai “kebebasan tanpa batas” sebagai salah satu pemicu fenomena kenakalan dan kriminalitas kaum muda (juvenile delinquency an criminality). Kenakalan remaja dengan berbagai modus operandinya seperti:kebut-kebutan,mabuk  mabukkan,pemerkosaan,kriminalitas,penggunaan obat-obatan terlarang,free sex dan perilaku demoral lainnya merupakan contoh bagaimana pemuda mengalami “disorientasi normative” dan “disorientasi kultural pada skala sangat memprihatinkan.
Disamping terjadinya demoralisasi pada pemuda ada sesuatu hal yang tak kalah penting untuk dibahas dan dipahami bersama. Tanpa kita sadari atau tidak rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia pada diri pemuda kian luntur. Kondisi ini secara sosiologik merupakan dampak dari kondisi sosial ekonomi dan sosial budaya yang “memprihatinkan” dan “deprivatif”. Rasa kebanggaan akan kehebatan dan keunguulan historik bangsanya mulai lepas dari kepribadian pemuda. Sebaliknya sikap “apatisme sosial”, social ignorance”,  “kecuekan sosial”, “masa bodoh”,tumbuh subur dan mengarah pada denasionalisme dan disorientasi politis generasi muda.
Fred Halliday dalam artikelnya “Nationalism”  menggaris bawahi beberapa faktor menggeser semangat nasionalisme dalam diri pemuda. Salah satunya adalah ancaman global yang tiap waktu akan selalu datang dan tanpa mengenal siapapun. Ancaman global merupakan manifestasi dampak era globalisasi. Sebagai gambaran dimana pemuda saat ini dengan bangganya menginternalisasi nilai-nilai budaya luar dibandingkan dengan budaya lokal sendiri.
Sosial Keagamaan
Dalam kenyataannnya ,telah terjadi pergeseran kualitas pada pemuda terhadap nilai-nilai keagamaan. Patut kita amini bahwa telah terjadinya perilaku sekuler pada sebagian kaum muda. Agama kerap kali dipisahkan dari rutinitas kehidupan sehari-hari. Nilai dan norma agama kerap kali dipersepsikan sekedar persoalan akhirat saja. Lambang-lambang keagamaan,lebih jauh, seperti ungkapan-ungkapan religius,model busana,dan life style lainnya seringkali difungsikan hanya sebagai mode tradisi yang meng-arus (current tradition). Ssebagai contoh ketika bulan Ramadhan datang sebagian pemuda baik pria atau wanita menggunakan pakaian-pakaian sehari-hari sesuai tuntunan syari’at silam sehingga terlihat anggun dan islami. Namun ketika diluar aktivitas keagamaan,mereka kembali menggunakan pakaian seronok,transparan, vulgar yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Akhirnya,melakukan internalisasi terhadap nilai-nilai religius yang terkandung dalam ideologi Pancasila kepada pemuda dapat menguatkan pemuda terhadap berbagai ancaman global sekaligus sebagai filter terhadap segala bentuk intrik-intrik globalisasi. Peningkatan wawasan dan kesadaran generasi muda terhadap adanya sifat multikultural bangsa Indonesia sebagai salah satu pemahaman fundamental bagi pemuda agar pemuda dapat memilah dan memilih mana yang baik dan buruk terhadap arus globalisasi.

( IMMawan Agus Arianto )

Saturday, December 27, 2014

Perjalanan Berliku-Liku, IMM Selalu DihatiKu


Tidak ada kata sulit sebelum mencoba atau bertindak,
Tidak ada kata putus asa sebelum sukses,
Seperti Thomas Alfa Edison dalam perjalanan kegagalan untuk mencapai keberhasilan
Assalamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh
Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita sampai saat ini masih dapat menjalankan kehidupan dan bertakwa. Sholawat serta salam kita haturkan kepada nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman terang benderang. Perjalanan hidup tidak selalu berbuah manis. Dalam sebuah kisah yang akan saya ceritakan dalam perjalan saya mangarungi dunia organisasi.
Banyak orang yang mengatakan bahwa IMM (Ikatan Mahasiswa Muhmmadiyah) adalah organisasi yang sibuk, berat banyak tantangan dan lain-lain. Itu yang terdengar ketika saya menginjakan kaki di UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) untuk menjalankan kehidupan menjadi mahasiswa. Tapi saya tidak takut untuk terus berjuang disini tempat saya berkarya dan belajar hal yang tidak saya mengerti. Dalam perjalanan ini banyak sekali orang-orang yang hebat yang saya temui seperti IMMawan Candra, IMMawan Purwanto (Ipung), IMMawan Bayu dan lebih banyak lagi.
Perjalanan pertama saya ketika saya kokohkan dalam hati tentang IMM saat menjalankan DAD (Darul Arqom Dasar). Waktu subuh yang dingin saya mengucapkan janji mahasiswa, ketika air mata hujan turun dari langit saya patri janji organisasi mengabdi dalam IMM. Selalu ingat dalam perjalanan menjadi kader dalam susah dan senang. Dalam perjalanan lika-liku saya naik turun organisasi terus bermunculan padahal dahulu saya bukan siapa-siapa yang apatis terhadap organisasi, tapi sekarang saya yakin dan mantap dalam jiwa raga ini.
Dalam perjalan saya ini ada beberapa perkataan kader militan yang teringat sampai saat ini dan saya coba mengaplikasikan tanpa keraguan. Yang pertama perkataan IMMawan Candra yang mangatakan: “Enak kalau jadi ketua setiap ada kegiata selalu dicari untuk tanda tangan”. Kata-kata yang memberikan iming-iming tentang kepemimpinan saat itu saya berfikir keras bukannya jadi pimpinan itu berat, tapi ternya tidak berah hanya saja tanggung jawabnya yang berat. Setiap ada kepanitiaan dan saya ditunjuk menjadi ketua saya tidak menolak hanya mengatakan “kalau ada yang lain kenapa saya” tapi perkataan yang ini tidak membuat orang lain bergerak untuk jadi ketua ujung-ujungnya saya yang jadi ketua. Saya senang ketika diberi amanah ini karena bisa belajar banyak tapi sedih kalau hanya saya yang jadi ketua disini kader bukan hanya saya tapi banyak sekali, jadi seharusnya jabatan ketua bisa dirasakan siapa saja yang ingin belajar.
Yang kedua adalah perkataan IMMawan Purwanto “Organisasi adalah lauk sedangkan kuliah adalah nasi, makan tanpa lauk tidak akan enak dan sebaliknya makan tanpa nasi tidak akan kenyang”. Kalua soal makan memang saya cepat tapi bukan soal makan tapi menyeimbangkan antara organisasi dan perkuliahan. Dari perkataan itu kita didorong untuk membagi porsi antara organisasi dan perkuliahan agar keduanya seimbang. Jangan sampai kita berorganisasi lupa perkuliahan nanti bisa jadi mahasiswa abadi, tapi jangan sampai kita kuliah terus menerus tapi tidak pernah berorganisasi kita bisa cepat lulus hanya saja kita ilmu dalam berorganisasi. Organisasi ini tidak hanya IMM bisa yang lain karena ilmu tidak hanya pada satu sisi atau satu sudut tapi ilmu berada pada semua sisi atau semua sudut.
Yang ketiga adalah perkataan IMMawan Bayu “Kalau hari ini kita mengatakan tidak bisa jangan harap hari esok kita mengatakan bisa”. Perkataan yang menurut saya membawa kedalam keberanian dalam menjalankan kehidupan yang sulit. Setiap perjalanan pasti ada ketakutan tapi jangan buat ketakutan itu menjadi bayang-bayang yang akan membuat kita mundur, jadi buatlah bayang-bayang itu menjadi suatu tantangan yang harus kita lawan sehingga kita mencapai tujuan. Ketika kita jatuh dalam menantang kesulitan jangan menyerah sampai mendapatkan keberasilan seperti perkataan Thomas Alfa Edison “Betapa banyak orang yang menyerah padahal hanya beberapa langkah lagi untuk mendapatkan keberasilan”. Perkataan ini cukup menginspirasi dalam menjalankan kegagalan yang akan berbuah manis yaitu keberhasilan.
Dari ketiga perkataan inilah inspirasi tetap bertahan di IMM walau banyak naik turunnya perjuangan yang terus menghantui saya. Dari tiga tokoh IMM ini pula saya belajar tentang IMM dan saya ingin menjadi yang lebih baik dari mereka. Kalau mereka bisa mengispirasikan saya untuk tetap di IMM walau saya merasa bosan, lelah, tidak tau apa yang harus dilakukan saya yakin bisa mengispirasi orang lain untuk tetap di IMM untuk berjuang dan mengibarkan merahnya IMM. Perjaran terpenting di IMM yang selalu saya dengar dari kader militan adalah “IMM tidak akan pernah memberikan apa-apa kepada kamu tapi berikanlah yang terbaik untuk IMM
Sekian kutipan perjalanan ini saya buat untuk menginspirasi pembaca. Mohon maaf apabila perkataan ini menyinggung atau menghina pembaca karena penulis adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. “Kesulitan akan sangat terasa ketika kita mendiamkannya, Kesulitan akan bertambah ketika kita menghindarinya, Tapi kesulitan akan jadi peluang kesuksesan ketika kesulitan kita hadapi dengan semangat yang membara
Billahi Fii Sabiililhaq, Fastabiqul Khoirat
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh




(Deta Dwi Prayitno)

Testimoni Perjalan Kala Ku BerIMM

Testimoni Perjalan Kala Ku Ber-IMM

Prolog
            Tulisan ini saya tulis ketika saya berbincang dengan salah satu demisioner IMM FP, ketika saya menginap di kost beliau. Kala itu kita berbincang sampai larut malam dan bercerita seputar perjalanan beliau bergabung menjadi kader IMM. Pembicaran kita berawal dari membicarakan kondisi kader IMM FP saat ini (2014) yang begitu carut-marut akan berbagai permasalahan, baik itu di tingkat Pimpinan dan kader baru.
            Ada suatu kegamangan yang membuatku selalu ingin mengutarakan semua permasalahan-permasalahan yang kini sedang kami (IMM FP) hadapi, mungkin hanya sebatas meminta pencerahan atau pun nasihat, setidaknya itu bisa membuat kami sedikit terobatkan dari semua permasalahan yang sedang kami (IMM FP) hadapi.
            Dan setelah lama kita berdiskusi sampai larut malam, pada pagi harinya serentak saya berkefikiran tentang bagaimana perjalanan Beliau bisa mengenal dan bergabung menjadi Kader IMM.
            Dibawah ini adalah kisah perjalanan IMMawan Deta Dwi Prayitno (Demisioner IMM FP dan sekarang menjabat sebagai SekBid MedKom PC IMM AR Fakhruddin) ketika awal beliau mengenal dan bergabung dengan IMM.
Tokoh “Aku” disini adalah IMMawan Deta Dwi Prayitno

 Singkat Cerita
            Awal ketika aku masih menjadi maba, aku bertemu bersama dua orang kawan baruku di universitas ini (UMY), yaitu Rifqi Khoirul Anam, dan Aditya Yudha Ramdoni. Yudha menunjukan sebuah spanduk organisasi besar dikampus ini (IMM) kepadaku.
            Aku diajak oleh dua orang kawan baruku itu untuk mengikuti perkaderan dasar IMM (DAD IMM), tetapi disini ada sesuatu hal yang ku kecewakan, yaitu salah satu kawan yang mengajakku untuk DAD yaitu yudha malah dia tidak ikut DAD. Tetapi Yudha mengikuti DAD pada tahun berikutnya.
            Pasca DAD aku selalu diajak untuk bermain ke rumah senior oleh seniornku sendiri bersama dengan Rifqi (Kiko) dan Bustamil (kawan baruku pasca DAD), aku diajak oleh IMMawan Chandra (KetUm IMM FP kala itu) untuk selalu main ke kostnya. Entah apa misi utama beliau selalu mengajakku untuk main ke kostnya, dan aku baru faham sekarang, dan itu adalah salah satu perkaderan yang beliau lakukan yang efeknya membuat ku bisa bertahan di IMM sampai sekarang ini.
            Ketika aku bermain ke kostnya (Mas Chandra) aku selalu mendapatkan nasihat-nasihat dan ilmu baru yang belum aku dapatkan sebelumnya. Ada satu perkataan IMMawan Chandra yang masih aku ingat sampai sekarang ini, bahwa “Jadi mahasiswa jangan gampang tidur tapi harus banyak bergadang dengan produktif”. Dan perkataan itu yang kini menjadi kebiasaanku saat ini, yaitu bergadang tetapi selalu kukerjakan sesuatu yang itu sekiranya bisa bermanfaat buatku.
            Selain itu aku juga mendapatkan ilmu tentang bagimana menjadi seorang pemimpin, bahwa pemimpin itu enak karena dia tidak punya kerjaan, karena setiap pekerjaan udah dihendel oleh yang lainnya yaitu anggota-anggota dibawah seorang pemimpin.
            Selain IMMawan Chandra (senior IMM) ada juga salah seorang senior tokoh inspiratif ku di IMM ini, yaitu IMMawan Purwanto (dipanggil Mas Ipung), Sering juga aku diajak olehnya bermain ke kostnya untuk sekedar share dan berbagi ilmu. Pernah aku ditanya olehnya (Mas Ipung), “Apa yang sulit menjadi seorang pemimpin?” Dan serentak aku termenung sejenak, dengan perlahan dan seketika dia menjelaskan terkait itu “Yang sulit itu hanyalah mengkordinir anggot-anggota dibawahnya, selebihnya tidak ada yang lebih sulit dari itu”. Dan ada beberapa poin lagi yang disitu selalu membuatku terenung oleh perkataan-perkataan beliau yang dengan perkataan itu membuatku selalu mengingatkan ku kepada beliau sampai saat ini, “Seorang yang lebih tua dari kita selayaknya mendapatkan apa yang harus mereka dapatkan dan kita tidak boleh memutus tali silaturahmi”. Yaa,,, dan perkataan itu lah yang kini menjadi alarm ku jikalau aku tidak mengingat beliau.
            Dengan banyaknya ilmu baru yang ku dapatkan tentang pemimpin, dari situlah ambisiku muncul untuk menjadi seoang ketua. Sempat aku berambisi untuk menjadi ketua IMM, tetapi itu hanya sebatas ambisi yang tak pernah terwujudkan sampai saat ini, yang memang ada suatu kendala yang membuat ambisiku tidak berwujud. Tetapi ambisiku ini hanya tersaluran menjadi ketua-ketua kecil di kepanitiaan, dan itu cukup membuatku puas karena dari situ aku bisa mendapatkan pelajaran lebih yang bisa ku dapatkan.
            Dan ketika aku menjadi ketua panitia musykom (2011-2012), ada satu keinginan yang selalu ku bawa yaitu aku ingin bisa membuat video, dan itu diapresiasikan oleh Mas Chandra (senior IMM FP) yang kala itu beliau masih menjabat dipenghujung akhir periode sebagai ketua Umum IMM FP UMY. Dari situ aku membuat video setelah aku ikut musykom PUTM putra, dan dari situ aku mendapatkan inspirasi untuk merancang sebuah video, dan video inilah yang diterbitkan pertamakalinya pada musykom IMM FP UMY.
            Ketika musykom 2011-2012 belangsung  ada ambisiku berkeinginan menjadi kabid kader tetapi itu diambil alih oleh kawanu sendiri yang telah dirapatkan sebelumnya di rapat Tim Formatur, yaitu IMMawan Rifqi (Kiko). Dari hasil pembahasan tim formatur aku ditunjuk oleh tim formatur menjadi kabid iptek, dengan alasan aku bisa membuat vidio, karena sebelumnya aku menampilkan video hasil buatanku pada musykom 2011-2012 kala itu, Dan dari situ ditunjuklah IMMawan Dody Wijaya sebagai sekbidku.
            Singat cerita kawanku kiko tiba-tiba datang ke kostku untuk membicarakan terkait DAD 2012, dia berkeinginan untuk melaksanakan DAD sendiri di komisariat FP, karena memang sebelumnya FP belum pernah melaksanakan DAD sendiri, dan biasanya selalu digabung dengan komisariat lain.
            Disitu aku ditunjuk untuk menjadi ketua panitia DAD. Singkat cerita berjalannya waktu dan rapat DAD pun terus berjalan, banyak sekali permasalahan di kepanitiaan DAD ini. Yang membuatku selalu marah akan kelakuan kawan-kawan yang tidak konsiuen terhadap waktu. Dari kepanitiaan DAD ini lah bagaimana aku dituntut untuk bisa bersabar dan belajar menjadi seorang pemimpin yang bijak.
            Dikomisariat Pertanian ini aku menjabat sebagai Kabid IPTek selama 2 (dua) periode masa kepemimpinan. Di masa periode itu ada keinginan untuk mempertahankan pembuatan video tetapi diakhir jabatannya IMMawan Widi, yang membuat video merasa tertekan sehingga pengkaderan pembuatan video berhenti dan tidak dilanjutkan dimasa periode ke 2 (dua), tetapi dimasa akhir jabatan IMMawan Rifqi (kiko) ada beberapa orang yang menginginkan membuat video sehingga masih ada kader yang ingin membuat video.
            Dilain cerita selama masa dua periode itu banyak sekali hal-hal yang membuatku semangat dan ngdrop di IMM ini, sempat aku merasa drop pada periode pertama masa jabatanku menjadi kabid IPTek, dan itu membuatku ingin pergi jauh dari IMM, tetapi karena semangat kader baru untuk mencari ilmu Aku ingin memback up mereka, karena itu yang selalu membuatku bersemangat di IMM dan membuatku kembali ke IMM. Dan kejadian itu (drop) terulang kembali pada periode ke dua masa jabatanku, hal yang sama yang pernah ku alami kala periode pertama, dan aku kembali lagi ke IMM dengan hal yang sama. Hingga akhir periode ku yang ke dua aku masih bertahan menjadi kabid IPTek IMM FP UMY. Dan sekarang ini aku menjabat sebagai Sekbid Medkom (PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta).
            Dari pengalamanku aku dapat memetik hikmah yang kudapatkan bahwa “Ketika kita cinta akan IMM sebenarnya kita tidak bisa sekali-kali untuk meninggalkannya, ketika kita akan pergi dari IMM, kita merasakan bahwa kita ingin kembali kepada IMM, Tetapi ketika kita ada disitu (IMM) kita tidak tahu apa yang harus kita kerjakan”.
“Janganlah hanya mencintai IMM tetapi cobalah untuk bisa membangun IMM”.

Epilog
            Sekitan seputar kisah testimoni yang bisa saya tuliskan, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bahan pemicu spirit berIMM para kader IMM khususnya Fakultas Pertanian.
            Saya Ucapkan Salam Rindu untuk kakanda-kakanda demisioner yang mungkin sudah sibuk dengan kesibukannya masing-masing, dan kita (IMM FP) tidak akan pernah melupakan jasa-jasa perjuangan kakanda-kakanda demisioner IMM FP sekalian yang telah memperjuangkan untuk IMM FP ini tetap bisa bertahan dan hidup pada zaman sekarang ini ketika saya dan kami semua pimpinan 2014 menjabat.
Timakasih billahifisabihilhaq fastabiqul khoirot wassalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh.
JAYA IMM JAYA, ABADI PERJUANGAN KAMI!!!

Penulis: IMMawan Yakub Saroni (kader 2012)

Sabtu, 27 Desember 2014 (09.50) di kostan sang Tokoh utama (IMMawan Deta DP), dengan menggungakan laptop dia sendiri.

Testimoni Perjalan Kala Ku Ber-IMM

Testimoni Perjalan Kala Ku Ber-IMM

Prolog
            Tulisan ini saya tulis ketika saya berbincang dengan salah satu demisioner IMM FP, ketika saya menginap di kost beliau. Kala itu kita berbincang sampai larut malam dan bercerita seputar perjalanan beliau bergabung menjadi kader IMM. Pembicaran kita berawal dari membicarakan kondisi kader IMM FP saat ini (2014) yang begitu carut-marut akan berbagai permasalahan, baik itu di tingkat Pimpinan dan kader baru.
            Ada suatu kegamangan yang membuatku selalu ingin mengutarakan semua permasalahan-permasalahan yang kini sedang kami (IMM FP) hadapi, mungkin hanya sebatas meminta pencerahan atau pun nasihat, setidaknya itu bisa membuat kami sedikit terobatkan dari semua permasalahan yang sedang kami (IMM FP) hadapi.
            Dan setelah lama kita berdiskusi sampai larut malam, pada pagi harinya serentak saya berkefikiran tentang bagaimana perjalanan Beliau bisa mengenal dan bergabung menjadi Kader IMM.
            Dibawah ini adalah kisah perjalanan IMMawan Deta Dwi Prayitno (Demisioner IMM FP dan sekarang menjabat sebagai SekBid MedKom PC IMM AR Fakhruddin) ketika awal beliau mengenal dan bergabung dengan IMM.
Tokoh “Aku” disini adalah IMMawan Deta Dwi Prayitno

 Singkat Cerita
            Awal ketika aku masih menjadi maba, aku bertemu bersama dua orang kawan baruku di universitas ini (UMY), yaitu Rifqi Khoirul Anam, dan Aditya Yudha Ramdoni. Yudha menunjukan sebuah spanduk organisasi besar dikampus ini (IMM) kepadaku.
            Aku diajak oleh dua orang kawan baruku itu untuk mengikuti perkaderan dasar IMM (DAD IMM), tetapi disini ada sesuatu hal yang ku kecewakan, yaitu salah satu kawan yang mengajakku untuk DAD yaitu yudha malah dia tidak ikut DAD. Tetapi Yudha mengikuti DAD pada tahun berikutnya.
            Pasca DAD aku selalu diajak untuk bermain ke rumah senior oleh seniornku sendiri bersama dengan Rifqi (Kiko) dan Bustamil (kawan baruku pasca DAD), aku diajak oleh IMMawan Chandra (KetUm IMM FP kala itu) untuk selalu main ke kostnya. Entah apa misi utama beliau selalu mengajakku untuk main ke kostnya, dan aku baru faham sekarang, dan itu adalah salah satu perkaderan yang beliau lakukan yang efeknya membuat ku bisa bertahan di IMM sampai sekarang ini.
            Ketika aku bermain ke kostnya (Mas Chandra) aku selalu mendapatkan nasihat-nasihat dan ilmu baru yang belum aku dapatkan sebelumnya. Ada satu perkataan IMMawan Chandra yang masih aku ingat sampai sekarang ini, bahwa “Jadi mahasiswa jangan gampang tidur tapi harus banyak bergadang dengan produktif”. Dan perkataan itu yang kini menjadi kebiasaanku saat ini, yaitu bergadang tetapi selalu kukerjakan sesuatu yang itu sekiranya bisa bermanfaat buatku.
            Selain itu aku juga mendapatkan ilmu tentang bagimana menjadi seorang pemimpin, bahwa pemimpin itu enak karena dia tidak punya kerjaan, karena setiap pekerjaan udah dihendel oleh yang lainnya yaitu anggota-anggota dibawah seorang pemimpin.
            Selain IMMawan Chandra (senior IMM) ada juga salah seorang senior tokoh inspiratif ku di IMM ini, yaitu IMMawan Purwanto (dipanggil Mas Ipung), Sering juga aku diajak olehnya bermain ke kostnya untuk sekedar share dan berbagi ilmu. Pernah aku ditanya olehnya (Mas Ipung), “Apa yang sulit menjadi seorang pemimpin?” Dan serentak aku termenung sejenak, dengan perlahan dan seketika dia menjelaskan terkait itu “Yang sulit itu hanyalah mengkordinir anggot-anggota dibawahnya, selebihnya tidak ada yang lebih sulit dari itu”. Dan ada beberapa poin lagi yang disitu selalu membuatku terenung oleh perkataan-perkataan beliau yang dengan perkataan itu membuatku selalu mengingatkan ku kepada beliau sampai saat ini, “Seorang yang lebih tua dari kita selayaknya mendapatkan apa yang harus mereka dapatkan dan kita tidak boleh memutus tali silaturahmi”. Yaa,,, dan perkataan itu lah yang kini menjadi alarm ku jikalau aku tidak mengingat beliau.
            Dengan banyaknya ilmu baru yang ku dapatkan tentang pemimpin, dari situlah ambisiku muncul untuk menjadi seoang ketua. Sempat aku berambisi untuk menjadi ketua IMM, tetapi itu hanya sebatas ambisi yang tak pernah terwujudkan sampai saat ini, yang memang ada suatu kendala yang membuat ambisiku tidak berwujud. Tetapi ambisiku ini hanya tersaluran menjadi ketua-ketua kecil di kepanitiaan, dan itu cukup membuatku puas karena dari situ aku bisa mendapatkan pelajaran lebih yang bisa ku dapatkan.
            Dan ketika aku menjadi ketua panitia musykom (2011-2012), ada satu keinginan yang selalu ku bawa yaitu aku ingin bisa membuat video, dan itu diapresiasikan oleh Mas Chandra (senior IMM FP) yang kala itu beliau masih menjabat dipenghujung akhir periode sebagai ketua Umum IMM FP UMY. Dari situ aku membuat video setelah aku ikut musykom PUTM putra, dan dari situ aku mendapatkan inspirasi untuk merancang sebuah video, dan video inilah yang diterbitkan pertamakalinya pada musykom IMM FP UMY.
            Ketika musykom 2011-2012 belangsung  ada ambisiku berkeinginan menjadi kabid kader tetapi itu diambil alih oleh kawanu sendiri yang telah dirapatkan sebelumnya di rapat Tim Formatur, yaitu IMMawan Rifqi (Kiko). Dari hasil pembahasan tim formatur aku ditunjuk oleh tim formatur menjadi kabid iptek, dengan alasan aku bisa membuat vidio, karena sebelumnya aku menampilkan video hasil buatanku pada musykom 2011-2012 kala itu, Dan dari situ ditunjuklah IMMawan Dody Wijaya sebagai sekbidku.
            Singat cerita kawanku kiko tiba-tiba datang ke kostku untuk membicarakan terkait DAD 2012, dia berkeinginan untuk melaksanakan DAD sendiri di komisariat FP, karena memang sebelumnya FP belum pernah melaksanakan DAD sendiri, dan biasanya selalu digabung dengan komisariat lain.
            Disitu aku ditunjuk untuk menjadi ketua panitia DAD. Singkat cerita berjalannya waktu dan rapat DAD pun terus berjalan, banyak sekali permasalahan di kepanitiaan DAD ini. Yang membuatku selalu marah akan kelakuan kawan-kawan yang tidak konsiuen terhadap waktu. Dari kepanitiaan DAD ini lah bagaimana aku dituntut untuk bisa bersabar dan belajar menjadi seorang pemimpin yang bijak.
            Dikomisariat Pertanian ini aku menjabat sebagai Kabid IPTek selama 2 (dua) periode masa kepemimpinan. Di masa periode itu ada keinginan untuk mempertahankan pembuatan video tetapi diakhir jabatannya IMMawan Widi, yang membuat video merasa tertekan sehingga pengkaderan pembuatan video berhenti dan tidak dilanjutkan dimasa periode ke 2 (dua), tetapi dimasa akhir jabatan IMMawan Rifqi (kiko) ada beberapa orang yang menginginkan membuat video sehingga masih ada kader yang ingin membuat video.
            Dilain cerita selama masa dua periode itu banyak sekali hal-hal yang membuatku semangat dan ngdrop di IMM ini, sempat aku merasa drop pada periode pertama masa jabatanku menjadi kabid IPTek, dan itu membuatku ingin pergi jauh dari IMM, tetapi karena semangat kader baru untuk mencari ilmu Aku ingin memback up mereka, karena itu yang selalu membuatku bersemangat di IMM dan membuatku kembali ke IMM. Dan kejadian itu (drop) terulang kembali pada periode ke dua masa jabatanku, hal yang sama yang pernah ku alami kala periode pertama, dan aku kembali lagi ke IMM dengan hal yang sama. Hingga akhir periode ku yang ke dua aku masih bertahan menjadi kabid IPTek IMM FP UMY. Dan sekarang ini aku menjabat sebagai Sekbid Medkom (PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta).
            Dari pengalamanku aku dapat memetik hikmah yang kudapatkan bahwa “Ketika kita cinta akan IMM sebenarnya kita tidak bisa sekali-kali untuk meninggalkannya, ketika kita akan pergi dari IMM, kita merasakan bahwa kita ingin kembali kepada IMM, Tetapi ketika kita ada disitu (IMM) kita tidak tahu apa yang harus kita kerjakan”.
“Janganlah hanya mencintai IMM tetapi cobalah untuk bisa membangun IMM”.

Epilog
            Sekitan seputar kisah testimoni yang bisa saya tuliskan, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bahan pemicu spirit berIMM para kader IMM khususnya Fakultas Pertanian.
            Saya Ucapkan Salam Rindu untuk kakanda-kakanda demisioner yang mungkin sudah sibuk dengan kesibukannya masing-masing, dan kita (IMM FP) tidak akan pernah melupakan jasa-jasa perjuangan kakanda-kakanda demisioner IMM FP sekalian yang telah memperjuangkan untuk IMM FP ini tetap bisa bertahan dan hidup pada zaman sekarang ini ketika saya dan kami semua pimpinan 2014 menjabat.
Timakasih billahifisabihilhaq fastabiqul khoirot wassalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh.
JAYA IMM JAYA, ABADI PERJUANGAN KAMI!!!

Penulis: IMMawan Yakub Saroni (kader 2012)

Sabtu, 27 Desember 2014 (09.50) di kostan sang Tokoh utama (IMMawan Deta DP), dengan menggungakan laptop dia sendiri.

Testimoni Perjalan Kala Ku Ber-IMM

Testimoni Perjalan Kala Ku Ber-IMM

Prolog
            Tulisan ini saya tulis ketika saya berbincang dengan salah satu demisioner IMM FP, ketika saya menginap di kost beliau. Kala itu kita berbincang sampai larut malam dan bercerita seputar perjalanan beliau bergabung menjadi kader IMM. Pembicaran kita berawal dari membicarakan kondisi kader IMM FP saat ini (2014) yang begitu carut-marut akan berbagai permasalahan, baik itu di tingkat Pimpinan dan kader baru.
            Ada suatu kegamangan yang membuatku selalu ingin mengutarakan semua permasalahan-permasalahan yang kini sedang kami (IMM FP) hadapi, mungkin hanya sebatas meminta pencerahan atau pun nasihat, setidaknya itu bisa membuat kami sedikit terobatkan dari semua permasalahan yang sedang kami (IMM FP) hadapi.
            Dan setelah lama kita berdiskusi sampai larut malam, pada pagi harinya serentak saya berkefikiran tentang bagaimana perjalanan Beliau bisa mengenal dan bergabung menjadi Kader IMM.
            Dibawah ini adalah kisah perjalanan IMMawan Deta Dwi Prayitno (Demisioner IMM FP dan sekarang menjabat sebagai SekBid MedKom PC IMM AR Fakhruddin) ketika awal beliau mengenal dan bergabung dengan IMM.
Tokoh “Aku” disini adalah IMMawan Deta Dwi Prayitno

 Singkat Cerita
            Awal ketika aku masih menjadi maba, aku bertemu bersama dua orang kawan baruku di universitas ini (UMY), yaitu Rifqi Khoirul Anam, dan Aditya Yudha Ramdoni. Yudha menunjukan sebuah spanduk organisasi besar dikampus ini (IMM) kepadaku.
            Aku diajak oleh dua orang kawan baruku itu untuk mengikuti perkaderan dasar IMM (DAD IMM), tetapi disini ada sesuatu hal yang ku kecewakan, yaitu salah satu kawan yang mengajakku untuk DAD yaitu yudha malah dia tidak ikut DAD. Tetapi Yudha mengikuti DAD pada tahun berikutnya.
            Pasca DAD aku selalu diajak untuk bermain ke rumah senior oleh seniornku sendiri bersama dengan Rifqi (Kiko) dan Bustamil (kawan baruku pasca DAD), aku diajak oleh IMMawan Chandra (KetUm IMM FP kala itu) untuk selalu main ke kostnya. Entah apa misi utama beliau selalu mengajakku untuk main ke kostnya, dan aku baru faham sekarang, dan itu adalah salah satu perkaderan yang beliau lakukan yang efeknya membuat ku bisa bertahan di IMM sampai sekarang ini.
            Ketika aku bermain ke kostnya (Mas Chandra) aku selalu mendapatkan nasihat-nasihat dan ilmu baru yang belum aku dapatkan sebelumnya. Ada satu perkataan IMMawan Chandra yang masih aku ingat sampai sekarang ini, bahwa “Jadi mahasiswa jangan gampang tidur tapi harus banyak bergadang dengan produktif”. Dan perkataan itu yang kini menjadi kebiasaanku saat ini, yaitu bergadang tetapi selalu kukerjakan sesuatu yang itu sekiranya bisa bermanfaat buatku.
            Selain itu aku juga mendapatkan ilmu tentang bagimana menjadi seorang pemimpin, bahwa pemimpin itu enak karena dia tidak punya kerjaan, karena setiap pekerjaan udah dihendel oleh yang lainnya yaitu anggota-anggota dibawah seorang pemimpin.
            Selain IMMawan Chandra (senior IMM) ada juga salah seorang senior tokoh inspiratif ku di IMM ini, yaitu IMMawan Purwanto (dipanggil Mas Ipung), Sering juga aku diajak olehnya bermain ke kostnya untuk sekedar share dan berbagi ilmu. Pernah aku ditanya olehnya (Mas Ipung), “Apa yang sulit menjadi seorang pemimpin?” Dan serentak aku termenung sejenak, dengan perlahan dan seketika dia menjelaskan terkait itu “Yang sulit itu hanyalah mengkordinir anggot-anggota dibawahnya, selebihnya tidak ada yang lebih sulit dari itu”. Dan ada beberapa poin lagi yang disitu selalu membuatku terenung oleh perkataan-perkataan beliau yang dengan perkataan itu membuatku selalu mengingatkan ku kepada beliau sampai saat ini, “Seorang yang lebih tua dari kita selayaknya mendapatkan apa yang harus mereka dapatkan dan kita tidak boleh memutus tali silaturahmi”. Yaa,,, dan perkataan itu lah yang kini menjadi alarm ku jikalau aku tidak mengingat beliau.
            Dengan banyaknya ilmu baru yang ku dapatkan tentang pemimpin, dari situlah ambisiku muncul untuk menjadi seoang ketua. Sempat aku berambisi untuk menjadi ketua IMM, tetapi itu hanya sebatas ambisi yang tak pernah terwujudkan sampai saat ini, yang memang ada suatu kendala yang membuat ambisiku tidak berwujud. Tetapi ambisiku ini hanya tersaluran menjadi ketua-ketua kecil di kepanitiaan, dan itu cukup membuatku puas karena dari situ aku bisa mendapatkan pelajaran lebih yang bisa ku dapatkan.
            Dan ketika aku menjadi ketua panitia musykom (2011-2012), ada satu keinginan yang selalu ku bawa yaitu aku ingin bisa membuat video, dan itu diapresiasikan oleh Mas Chandra (senior IMM FP) yang kala itu beliau masih menjabat dipenghujung akhir periode sebagai ketua Umum IMM FP UMY. Dari situ aku membuat video setelah aku ikut musykom PUTM putra, dan dari situ aku mendapatkan inspirasi untuk merancang sebuah video, dan video inilah yang diterbitkan pertamakalinya pada musykom IMM FP UMY.
            Ketika musykom 2011-2012 belangsung  ada ambisiku berkeinginan menjadi kabid kader tetapi itu diambil alih oleh kawanu sendiri yang telah dirapatkan sebelumnya di rapat Tim Formatur, yaitu IMMawan Rifqi (Kiko). Dari hasil pembahasan tim formatur aku ditunjuk oleh tim formatur menjadi kabid iptek, dengan alasan aku bisa membuat vidio, karena sebelumnya aku menampilkan video hasil buatanku pada musykom 2011-2012 kala itu, Dan dari situ ditunjuklah IMMawan Dody Wijaya sebagai sekbidku.
            Singat cerita kawanku kiko tiba-tiba datang ke kostku untuk membicarakan terkait DAD 2012, dia berkeinginan untuk melaksanakan DAD sendiri di komisariat FP, karena memang sebelumnya FP belum pernah melaksanakan DAD sendiri, dan biasanya selalu digabung dengan komisariat lain.
            Disitu aku ditunjuk untuk menjadi ketua panitia DAD. Singkat cerita berjalannya waktu dan rapat DAD pun terus berjalan, banyak sekali permasalahan di kepanitiaan DAD ini. Yang membuatku selalu marah akan kelakuan kawan-kawan yang tidak konsiuen terhadap waktu. Dari kepanitiaan DAD ini lah bagaimana aku dituntut untuk bisa bersabar dan belajar menjadi seorang pemimpin yang bijak.
            Dikomisariat Pertanian ini aku menjabat sebagai Kabid IPTek selama 2 (dua) periode masa kepemimpinan. Di masa periode itu ada keinginan untuk mempertahankan pembuatan video tetapi diakhir jabatannya IMMawan Widi, yang membuat video merasa tertekan sehingga pengkaderan pembuatan video berhenti dan tidak dilanjutkan dimasa periode ke 2 (dua), tetapi dimasa akhir jabatan IMMawan Rifqi (kiko) ada beberapa orang yang menginginkan membuat video sehingga masih ada kader yang ingin membuat video.
            Dilain cerita selama masa dua periode itu banyak sekali hal-hal yang membuatku semangat dan ngdrop di IMM ini, sempat aku merasa drop pada periode pertama masa jabatanku menjadi kabid IPTek, dan itu membuatku ingin pergi jauh dari IMM, tetapi karena semangat kader baru untuk mencari ilmu Aku ingin memback up mereka, karena itu yang selalu membuatku bersemangat di IMM dan membuatku kembali ke IMM. Dan kejadian itu (drop) terulang kembali pada periode ke dua masa jabatanku, hal yang sama yang pernah ku alami kala periode pertama, dan aku kembali lagi ke IMM dengan hal yang sama. Hingga akhir periode ku yang ke dua aku masih bertahan menjadi kabid IPTek IMM FP UMY. Dan sekarang ini aku menjabat sebagai Sekbid Medkom (PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta).
            Dari pengalamanku aku dapat memetik hikmah yang kudapatkan bahwa “Ketika kita cinta akan IMM sebenarnya kita tidak bisa sekali-kali untuk meninggalkannya, ketika kita akan pergi dari IMM, kita merasakan bahwa kita ingin kembali kepada IMM, Tetapi ketika kita ada disitu (IMM) kita tidak tahu apa yang harus kita kerjakan”.
“Janganlah hanya mencintai IMM tetapi cobalah untuk bisa membangun IMM”.

Epilog
            Sekitan seputar kisah testimoni yang bisa saya tuliskan, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bahan pemicu spirit berIMM para kader IMM khususnya Fakultas Pertanian.
            Saya Ucapkan Salam Rindu untuk kakanda-kakanda demisioner yang mungkin sudah sibuk dengan kesibukannya masing-masing, dan kita (IMM FP) tidak akan pernah melupakan jasa-jasa perjuangan kakanda-kakanda demisioner IMM FP sekalian yang telah memperjuangkan untuk IMM FP ini tetap bisa bertahan dan hidup pada zaman sekarang ini ketika saya dan kami semua pimpinan 2014 menjabat.
Timakasih billahifisabihilhaq fastabiqul khoirot wassalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh.
JAYA IMM JAYA, ABADI PERJUANGAN KAMI!!!

Penulis: IMMawan Yakub Saroni (kader 2012)

Sabtu, 27 Desember 2014 (09.50) di kostan sang Tokoh utama (IMMawan Deta DP), dengan menggungakan laptop dia sendiri.